USTAZ SYAMSI ALI (Lebih Dekat, sekali lagi)

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Saya yakin kita sepakat bahwa tidak mudah atau tidak mungkin membungkus kredibiltitas semu di tengah masyarakat rasional, padat iptek dan kritis seperti Amerika Serikat, dimana Al_ustaz Syamsi Ali tinggal sejak tahun 1996. Beliau datang ke Amerika hanya untuk menjadi Guru Agama Islam yang jamak kita sebut sebagai "ustaz" tak lebih dari itu, sampai saat ini.

Kredibilitas Syamsi Ali, khususnya sejak diangkat menjadi Imam Besar Masjid New York sejak 2001 sampai 2011 tidak diragukan lagi, sudah sangat teruji. Dalam rentang waktu itupun kepercayaan diraihnya semakin besar. Pemimpin do'a pada acara berkabung peristiwa 11-9 tidak lain adalah juga Ustaz Syamsi Ali, bukan Paus Vatikan misalnya. Hanya Allah yang sempurna, tapi meragukan sedemikian rendahnya kredibilitas beliau sungguh jauh dari logis.

Kali ini saya hanya ingin mengajak pembaca mengenang suasana dakwah di tanah air sekitaran tahun 2000-an, dimana Ulil Abshar Abdalla dengan jumawanya memperkenalkan Jaringan Islam Liberal. Al-Ustaz Syamsi Ali, sekalipun dari jauh mencermati perkembangan ini, tak tidak mau ketinggalan turut memberikan pencerahan. Melalui tulisan beliau [yang nanti akan saya posting] kita dapat meraba seperti apa bangunan aqidah dan moralitas yang dimilikinya. Maka bagi saya "hanya dibuat-buat" kalau beliau dituduh sebagai perpanjangan tangan FBI atau manusia yang akidahnya telah luntur atau hendak memimpin ummat Islam Amerika untuk menjauhi ajaran Islam. Saya lebih safe mendengar penjelasan pengurus Masjid New York yang baru yang mengatakan: Ustaz Syamsi sudah diingatkan untuk tidak mengeluarkan statemen politis di masjid. Syamsi Ali yang dikepala dan dadanya hanya dakwah kepada yang benar tidak akan bisa diganjal kata-kata yang mendikotomi agama dan sosial.

Satu hari, saya pernah kedatangan tamu, tidak sembarangan beliau adalah Konjen Kedubes Amerika di Surabaya. Saya sempat menanyakan pendapatnya tentang Al_Ustaz Syamsi Ali, saya mendapatkan jawaban yang meyakinkan bahwa dakwah Islamiyyah yang dijalankan Muhammad Syamsi Ali di tengah masyarakat Amerika adalah pilihan yang brillian sekaligus bijaksana. Islam mulai diterima dan mulai banyak bangsa Amerika sendiri yang convert ke Islam.

Saya mendesak Pak Konjen: Bagaimana seandainya jika orang-orang semacam Syamsi Ali lebih banyak lagi di Amerika? Dia bilang tidak mustahil apa yang dikhawatirkan Yahudi akan terjadi, sebagian orang Amerika akan menjadi muslim. Sejak saat itulah saya berniat mengirim santri dan guru ke Amerika untuk mempelajari jejak Al-Ustaz (Syamsi) Shamsi Ali siapa tahu ada diantara mereka yang bisa mengikutinya. Dengan fasilitas dari konjen Amerika dua orang santri dan dua orang guru bergantian mengunjungi Amerika.

Laa haula, walaa quwwata illa billah ... tak dinyana, kemarin saya disambar sebuah artikel BBC yang memberitakan Bahwa Al-Ustaz Syamsi Ali telah dipecat dari jabatannya karena begini dan begitu. Beritanya sangat terlambat karena kejadiannya malah sudah terjadi dua tahun yang lalu. Jadi?... tidak di tanah air saja sesama kawan menjadi penghalang dakwah, di Amerika Serikatpun kasus-kasus menggunting di dalam lipatan juga terjadi.

KITA MEMANG TIDAK AKAN PERNAH BERHENTI. Dan kasus ini harus menjadi bahan pertimbangan.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Narmada, Lombok - Indonesia